Surabaya mendapat penghargaan Lee Kuan Yew City Prize dan diarak Risma Keliling Kota

Post At : 10 Jul 2018 | Kategori : Berita




Surabaya - Usai memenangkan penghargaan Lee Kuan Yew World City Prize di Singapura, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengarak penghargaan tersebut keliling kota hari ini, Selasa (10/7/2018).

Risma mengaku sengaja melakukan hal ini untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat kota atas prestasi yang didapatkan Kota Surabaya.

Tak hanya Lee Kuan Yew City Prize saja yang dibawa, Risma juga mengaku membawa beberapa penghargaan internasional lain yang pernah diraih Surabaya di tahun 2017.

"Jadi sebetulnya tadi yang kita arak penghargaan 2017 tapi internasional semua, terus sama yang kemarin kita Lee Kuan Yew World City Prize di Singapura. Kita arak sekaligus, supaya masyarakat juga tahu bahwa kita banyak mendapatkan penghargaan internasional," ujar Risma seusai berkeliling kota, Selasa (10/7/2018).

Risma menambahkan, Lee Kuan Yew City Prize dianggap paling spesial karena Surabaya dinilai unik dari kota-kota lain, terutama terkait pemberdayaan kampung yang juga bertujuan melestarikan sejarah di Surabaya.

"Berbeda dengan Hamburg ini kan mereka bongkar total dan mereka bangun kembali, mereka kini kan bisa merasakan sinar matahari langsung masuk ke kota. Nah kalau kita kan kita berdayakan perkampungan itu, sehingga mereka selain budaya, juga kita mampu mempertahankan keberlangsungan sejarah kota," terang Wali Kota perempuan pertama di Surabaya tersebut.



Tak hanya itu, pemberdayaan ini juga menjadikan Surabaya sebagai kota layak huni atau liveable city. Risma pun memberi contoh taman di Surabaya yang berbeda dengan di negara lain karena ada unsur edukatif dan tematiknya.

"Kalau di beberapa negara maju itu kan contohnya taman misalkan itu ya sudah taman itu aja. Kalau kita akan kita buat edukasinya ada tematiknya," kata Risma.

Risma mencontohkan beberapa contoh taman di Surabaya dengan tema dan fungsi tertentu seperti Taman Lansia di mana di dalamnya terdapat pemeriksaan gratis untuk lansia atau Taman Paliatif untuk penderita kanker.

"Misalkan di Taman Lansia itu ada pemeriksaan gratis untuk lansia yang berobat di situ. Kemudian ada di Taman Paliatif untuk penderita kanker itu kita juga ada dokter yang menjaga di situ jadi seperti itu kita berbeda," jelasnya.

Bahkan Risma mengaku Singapura sempat mengatakan ingin membuat konsep taman seperti di Surabaya.

"Katanya di Singapura dia pengen seperti itu termasuk bentuk lapangan olahraga," imbuhnya.

Namun dari penghargaan ini, Risma menyampaikan jika tujuan atau golnya bukan di penghargaan saja. Tetapi bagaimana menciptakan Surabaya yang lebih sehat.

"Sebetulnya tujuan golnya itu bukan penghargaan tapi tujuan golnya adalah warga Surabaya lebih sehat. Tapi ini adalah alat ukur kita bagaimana kita mengukur suatu kota karena kalau nggak ada ukurannya kan susah," tandasnya.

Dari pantauan detikcom, dalam arak-arakan pagi ini, Risma yang mengenakan baju putih menaiki jeep terbuka ditemani Forkopimda Kota Surabaya sembari memamerkan piagam Lee Kuan Yew City Prize kepada warga Kota Surabaya.

Rute arak-arakan dimulai dari Korem 084/Bhaskara Jaya, Ahmad Yani, Wonokromo, Darmo, Basuki Rakhmad, Yos Sudarso hingga finish di Balai Kota. Sesampainya di Balai Kota, rombongan ini disambut ratusan pelajar SD dan SMP di Surabaya hingga atraksi Reog Ponorogo.

Sumber: detik.com

Bagikan tulisan ini ke:

PT JATIM GRHA UTAMA

Jalan Musi No. 23 RT. 02, RW.14 Kelurahan dr. Soetomo, Kecamatan Tegalsari Kota Surabaya, Jawa Timur, 60264

Phone: 031-56668557, 031-5668539
Email: sekretariat@jgujatim.com
Fax: 031-5676366

Jatim Grha Utama Ⓒ 2018 powered by Mataduniadigital