7 Pilihan Rumah Tahan Gempa
Post At : 4 Sep 2018 | Kategori : Berita
Bisnis.com, JAKARTA -Indonesia sebagai wilayah rawan gempa karena terletak di pertemuan 3 lempeng aktif, yaitu Eurasia, Indo Australia, dan Pasifik, sehingga harus dilakukan hal mendasar sebagai mitigasi dampak yang terlalu besar, salah satunya dengan membangun rumah tahan gempa.
Rumah tahan gempa selain menggunakan teknologi dalam proses pembangunannya, ternyata terdapat beberapa rumah tradisional Indonesia yang termasuk ke dalam kategori rumah tahan gempa.
Dilansir dari infografis yang diunggah Badan Nasional Penanggulangan Bencana di akun resmi media sosialnya, Kamis (30/8/2018), berikut beberapa pilihan model rumah tahan gempa:

1. Growing House
Rumah
hasil karya mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini didesain
dengan tingkat keamana yang baik dan memikirkan dampak terhadap
linkungan itu sendiri.
2. Rumah Dome
Rumah ini
dibangun tanpa menggunakan pondasi yang memungkinkan bangunan menjadi
tahan gempa. Rumah ini merupakan karya Prof. Ir. Nizam.
3. Barrataga
Barrataga
adalah penguatan besi tulangan bangunan yang saling mengait sehingga
kuat dan tahan akan guncangan gempa. Konsep Barrataga merupakan karya
pakar kegempaan UII, Yogyakarta Prof. Ir. Sariwidi.
4. Ruspin
Ruspin merupakan teknologi rangka rumah
pracetak dengan menggunakan sistem sambungan dengan baut yang sangat
cocok untuk diterapkan di daerah rawan gempa.
5. Rumah Conwood
Rumah
ini memiliki desain konstruksi yang berhubungan erat dengan
materialnya. Panel ini terbuat dari semen dan serat sehingga lebih
lentur terhadap guncangan.
6. Risha
Teknologi
rumah hasil karya Kementerian PUPR ini menggunakan bahan beton bertulang
pada struktur utamanya dan telah teruji tahan gempa dengan kekuatan
hingga 8 skala Ritcher.
7. Rika
Teknologi
rumah lain hasil karya Kementerian PUPR. Rumah ini merupakan rumah
instan yang berbahan dasar dari kayu kelas rendah cepat tumbuh sehingga
tahan akan guncangan gempa.
Masyarakat sesungguhnya memiliki banyak pilihan untuk menggunakan rumah tahan gempa sebagai bentuk mengurangi resiko bencana. Tantangannya bagaimana pilihan tersebut akhirnya dapat diaplikasikan pada rumah masyarakat Indonesia mengingat Indonesia merupakan negara yang rawan gempa.
Sumber : http://properti.bisnis.com